SUGENG RAWUH

Kamis, 21 April 2011

Gus Dur Syi'ir Qolbu

Astaghfirulloh robbal baroya
Astaghfirulloh minal khothoya
Robbi zidni 'ilman nafi'a
Wawa fiqni 'amalan sholikha.

Ya rosulalloh saalamun 'alaik
Ya rofi'asya niwad daroji
'atfata yaji rotal 'alami
Ya uhai laljudi wal karomi 2x

Ngawiti ingsun, ngalaras syi'iran
Kelawan muji maring pengeran
Kang paring rohmat lan kenikmatan
Rino wengine tanpo pitungan 2x

Duh bolo konco, priyo wanito
Ojo mung ngaji syari'at bloko
Kur pinter ndongeng nulis lan moco
Tembe mburine, bakal sangsoro 2x

Akeh kang apal, qur'an haditse
Seneng ngafirke marang liyane
Kafire dhewe gak digateke
Yen esih kotor, ati akale 2x

Gampang ka bujuk, nafsu angkoro
Ing pepaese gebyare dunyo
Iri lan meri sugieh tonggo
Mulo atine, peteng lan nisto 2x

Ayo sedulur, jo nglale ake
Wajibe ngaji sak pranatane
Nggo ngandel ake iman taukhide
Baguse sangu mulyo matine 2x

Kang aran sholeh, bagus atine
Kerono mapan sari 'ilmune
Laku toriqoh lan ma'rifate
Ugo hakikot, manjing rasane 2x

Alqur'an qodim, wahyu minulyo
Tanpo tinulis biso di woco
Iku wejangan guru waskito
Den tancep ake, ing njero dodo 2x

Kumantil ati, lan pikiran
Mrasuk ing badan kabeh jeroan
Mu'jijat rosul dadi pedoman
Minongko dalan manjinge iman 2x

Kelawan alloh, kang moho suci
Kudu rangkulan, rino lan wengi
Di tirakati, di riyadhoih
Dzikir lan suluk, jo nganti lali 2x

Uripe ayem, rumongso aman
Dununge roso tondo yen iman
Sabar narimo snajan pas-pasan
Kabeh tinakdir saking pengeran 2x

Kelawan konco, dulur lan tonggo
Kang podho rukun ojo dak sio
Iku sunnaeh rosul kang mulyo
Nabi muhammad panutan kito 2x

Ayo nglakoni, sekabehane
Alloh kang bakal ngangkat drajate
Senajan asor toto lahire
Ananging mulyo, maqom drajate 2x

Lamon palastro, ing pungkasane
Ora kesasar roh lan sukmane
Den gadhang Alloh swarga manggone
Utuh mayite, ugo ulese 2x

Ya rosulalloh saalamun 'alaik
Ya rofi'asya niwad daroji
'atfata yaji rotal 'alami
Ya uhai laljudi wal karomi 2x


Videonya download di sini http://www.youtube.com/watch?v=8XOBQoIOuaA&feature=related

Pengertian Syi'ir Arab

Pengertian Syi'ir Arab

Kata “syi’ir” (شعر) menurut etimologi, berasal dari kata “sya’ara” atau “sya’ura”.
علم وأحسّ به
Artinya: mengetahui dan merasakannya.
Sedangkan menurut terminologi, ada beberapa pendapat para ahli bahasa sebagai berikut:
a. Menurut Dr. Ali Badri:
الشعر هو كلام موزون قصدا بوزن عربيّ
Artinya: sya’ir adalah suatu kalimat yang sengaja disusun dengan menggunakan irama wazan arab.
b. Menurut Luis Ma’luuf:
الشعر هو كلام يقصد به الوزن والقافية
Artinya: syi’ir adalah suatu kalimat yang disengaja diberi irama dan sajak atau qafiyah.
c. Menurut Ahmad Hasan Az Zayyat:
الشعر هو الكلام الموزون المقفى المعبر عن الأخيلة البديعة والصور المؤثرة البليغة
Artinya: syi’ir adalah suatu kalimat yang berirama dan bersajak, yang diungkapkan tentang khayalan yang indah dan juga melukiskan tentang kejadian yang ada.
Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan definisi sya’ir sebagai berikut:
الشعر هو كلام يقصد به الوزن والقافية ويعبر عن الأخيلة البديعية
Artinya: syi’ir ialah suatu kalimat yang sengaja disusun dengan menggunakan irama dan sajak yang mengungkapkan tentang khayalan atau imaginasi yang indah.
Dari segi bentuknya, syi’ir Arab terbagi menjadi tiga macam:
1. Syi’ir Multazim/Tradisional, yaitu syi’ir yang terikat dengan aturan wazan dan qafiyah.
2. Syi’ir Mursal/Muthlaq, yakni syi’ir yang hanya terikat dengan satu irama atau taf’ilah, tetapi tidak terikat oleh aturan wazan dan qafiyah.
3. Syi’ir Mantsur/Syi’ir Bebas, yaitu syi’ir yang sama sekali tidak terikat oleh aturan wazan dan qafiyah.
Melihat pembagian bentuk syi’ir di atas, maka definisi-definisi yang disebutkan maka akan lebih condong pada Syi’ir Multazim/Tradisional. Namun demikian definisi tersebut sudah mencakup semua unsur syi’ir yang ada. Meskipun syi’ir bebas tidak terikat oleh wazan dan qafiyah, tapi masih ada unsur kesengajaan dan khayalan karena tanpa kedua unsur ini, suatu kalimat tidak bisa dikatakan syi’ir.

Selasa, 05 April 2011

Buah Rasa

04.12.2010 19:21
I LOVE YOU TOO
Hati2 sayang .....???
Jangan lupa doa selalu buat adik
I MISS YOU SO MUCH .....


28.11.2010 15:52
Aku tersesat menuju hatimu,
Beri aku jalan yang indah
Ijikanku lepas penatku tuk sejenak lelap di bahumu
Tentang cinta yang datang perlahan
Membuatku takut kehilangan
Ku titipkan cahaya terang tak padam di dera noda dan masa
Dapatkah selamanya kita bersama menyatukan perasaan kau dan aku
Semoga cinta kita kekal abadi sesampainya akhir nanti
Selamanya .....


24.11.2010 08:10

Ya kak ....
Kakak adalah penawar hatiku,
Kakak yang sabar juga bimbing adik ya ?

25.11.2010 09:00

Andai kau bunga yang tumbuh di luar halaman
Pasti sudah kupetik
Kunikmati harum baumu dan tetesan manis sari-sari madumu
Tapi kau adalah bunga yang tumbuh di halaman orang
Ku hanya mampu memandang, mencium harum wangimu dari kejauhan
Dan mungkin ku kan memetikmu suatu saat nanti.
Biarlah saat ini bungan-bunga itu selalu datang dalam lamunanku
Sayang ...........

18.11.2010 15:20

Maaf, kalau hati bapak kurang berkenan
Tapi hari ini saya benar-benar lelah dan capek
Hari ini banyak kejadian yang tidak menyenangkan yang aku jumpai.
.....





Engkau laksana pelita yang menerangi gulita cinta
Aku ibarat sang pungguk merindukan sinar rembulan
Mungkinkah kumiliki cinta yang tulus sayang...
Karena kondisi yang berbeda di anatara kita
Engkau bagai langit yang diatas sana
Sedang kudisini .
Walau cinta kita tak mungkin bersatu
Walau nuraniku hancur bagai debu
Biarlah cintamu tetap kan ku bawa sampai mati.
...........................



Biarlah rembulan dan pungguk itu menemukan garis temunya
Biarkan membuat bingkai sendiri sesuai dengan ruang dan waktunya
Jangan dipaksa untuk lari atau dipaksa untuk saling hindar.
Pertemuannya adalah kuasa Sang Pencipta....
......................



Percayalah akan kehendak-Nya
Bahwa semua makhluq berada pada titah-Nya
Tidak terkecuali dengan gerak dan langkah kita
Semua berada pada porsi dan ukuranya.
Asahlah otak, nalar dan hati kita
Sehingga tidak keluar dari garis elips kehendak-Nya
...................




Ya kak,
Mudah-mudahan bingkai yang ada
tetap dapat menjadi hiasan yang indah dalam hidup kita
...........................

Ya kak,
Lagian kan adik sekarang dah punya kakak yang ideal buat adik.
Kakak tuh ganteng, agamanya juga OK! Lumayan pinter
Pokoknya tida duanya deh .....
................


Ya tentu dong...
Tadi pagi aku beri ucapan selamat doa peluk cium dsb.
Cuma sayangnya dia sedang datang tamunya.
Kakak tetep slalu ingat adik.
Apa gak mau diingat2 kamu dik ....
Jawab adik : Ya mudah2an kakak bisa untuk tidak ingat2 adik.
Kakak sendiri yang janji lho?????
....................

Ya pertemanan dan persahabatan anatara kita
Mudah-mudahan membawa manfaat
Bagi adik, kakak adalah sahabat sekaligus saudara yang dapat dijadikan untukberbagi
Karena itu akan lebih abadi dan Allah meridhoi.
................................


Adik hanya ingin dapat kasih sayang yang tulus dari kakak
Mesti hanya dengan bertemu dipeluk dan dicium sebagai tanda kasih
Kalau Allah berkehendak untuk bisa jadi halal
Adik layani kakak 24 jam non stop!
…………………….




Kak, Adik mohon
Apapun yang terjadi kakak jangan pernah ninggalin adik ya?
.....................


Mang jaadian apanya tho/
Perasaan jadi adik kakak dah sejak 2008
Ketika kita bertemu pertama kali
....................


Tenang saja,
Sama sekali nggak ada yang salah
Sms bapak semalam membuat saya sadar akan realita yangada di depan mata
Jadi bapak berhasil membanntu saya
Trmkash .........
...............................

Ya adik senang aja
Ada orang seperti kakak yang tulus menyayangi adik
Dengan kondisi adik yang penuh dengan keterbatasan
Meski kita terpisah oleh jarak, ruang dan waktu
Makasih kak
Semoga Allah senantiasa menjaga kita untuk tetap berada di jalan-Nya
Amiien........
............................................
.......mang minta apa ?
Kan dahh dapat mencuri hati adik ????
..............

Makasih kakakku tersayang ............
Di usiaku yang ke 29 ini
Kakak telah memberikan warna yang cerah dalamhidupku
Makasih kak, hanya Allahyang akan membalas semua yang kakakberikan kepada adik
Jazakumullah ahsanal jazaa
Minal aidin wal faizin
Mohon maaf lahir dan batin
………………


Terima kasih kak,
Aku sangat senang kakak selalu mengirim kalimat demi kalimat yang sangat bijak
Sehingga aku dapat merenungi dan memahami
Trmksh kak,....
.......................



14-03-2011 15:53

Terkenang saat yang indah waktu kita bersama berdua
Kau buka jalan bahagia pada jiwa yang terluka
Kau memberi kekuatan di saat kumencari arah hidup
Tiap waktu dikau membayangiku
Terpesona dibawah redupnya bayangmu

Dan aku bagai terlupa
Bahwa takdir yang esa semua telah direncana
Kau pergi disaatku masih amat membutuhkan keharuman cintamu yang tulus
Apa daya ini takdir-Nya semua
Dan yang tinggal diriku bersama bayangmu


Namun begitu kau tetap terwujud dalam jiwaku bersemi
Tak peernah lari kenanganmu
Ku bawa bersamaku merindukan bayangmu

Dikala sepi menyapa
Tak dapat ku menahan air mata kerinduan....
Semangatmu tersa bersamaku
Walau kita tak dapat bersatu
Semyumanmu kini jadi sedihku
Dan yang tinggal hanyalah bayanganmu...

Ku tulus doa buatmmu
Abadilah disana bersama keluarga tercinta
Sejarahmu yang gemilang bersamaku....



14-03-2011 17:41

Seperti bintang-bintang ditelan malam
Bagai harus melangkah tanpa ku tahu arah
Lepaskan aku dar derita tak bertepi
Saat kau tak disini

Seperti dedaunan berjatuhan di taman
Bagaikan debur ombak
Mampu pecahkan karang
Lepaskan aku dari derita tak berakhir
Saat kau tak disini

Saat kau tak ada
Terpenjara sepi kunikmati sendiri
Tak terhitung waktu
Aku tak pernah bisa tuk melupakanmu....



15-03-2011 11:52

Mudah-mudahan Allahmembalas semua
Yang kakak berikan
Kakak adalah anugrah Allah yang diberikan untuk adik
Jazaakumullah ahsanal jazaa.


-

Jumat, 14 Mei 2010

#SADARKAH KITA#


MANUSIA BERLOMBA MENCARI DUNIA
LUPA PADA SANG MAHA PENCIPTA
APA YANG TERJADI
BENCANA DISANA
MUSIBAH DISNI

NAFSU MENJADI LANDASAN
KESERAKAHAN MENJADI ALAT
LUPAKAH MANUSIA
PADA TANAH YANG DIPIJAK
PADA LANGIT YANG MEMAYUNGI

MANUSIA BERJALAN DENGAN PIKIRANNYA
MENGACUHKAN SUARA HATI NURANI
SUARA DARI TUHAN PENCIPTANYA
SUARA KEBENARAN DAN KEMURNIAN

MUNGKINKAN PEPERANGAN TERJADI
MUNGKINKAN KELAPARAN TERSEBAR RAMAI
MUNGKINKAN BENCANA TETAP BERSEMI
JIKALAU MANUSIA LUPA MENGABDI
JIKALAU MANUSIA TIDAK BERSUJUD
PADA SANG MAHA ABADI

KEMBALILAH
DATANGLAH
BERSUJUDLAH
WAHAI MANUSIA
MENUJU TUHAN PENCIPTAMU

#Di Balik Detik Kehidupan#


Waktu adalah umur manusia, ia tersusun dari detik demi detik hingga meningkat menjadi menit lalu jam, hari, dan seterusnya. Hasan Al Bashri pernah berkata: "Wahai Bani Adam! Sesungguhnya engkau adalah kumpulan hari-hari. Ketika hari telah berlalu,maka berlalu pulalah sebahagian dari dirimu"

Diantara sebab terpenting dari suksesnya para pendahulu kita dalam menapaki segala tantangan dan rintangan yang menghadang adalah kedisiplinan mereka mengisi waktu dengan menginterospeksi setiap detik yang berlalu. Lebih-lebih terhadap menit, jam ataupun hari. Maka pantaslah jika mereka (umat Islam saat Rasulullah masih hidup) menyandang gelar "Khoirul Ummah" (sebaik-baik generasi).

Demikian agungnya makna waktu dalam kehidupan manusia. Rosulullah SAW telah bersabda : "Tidaklah akan berpindah Kaki seorang hamba pada hari kiamat, sampai ia ditanya Tentang empat perkara. Tentang umurnya, bagaimana ia menghabiskannya, tentang jasadnya, bagaimana ia mempergunakannya tentang hartanya, dari mana ia mendapatkannya dan kemana ia menghabiskannya, dan tentang ilmunya, bagaimana ia mengamalkannya. (Ad Darimi: 538)

Manusia akan mempertanggungjawabkan sekecil apapun persoalannya di dunia ini. Maka sungguh mengherankan, bagaimana jam, hari dan tahun berlalu dengan sia-sia. Ibnu Mas'ud berkata: "Saya sangat membenci sekali, jika melihat seseorang yang leha-leha, tidak mengerjakan amalan untuk dunianya maupun untuk akhiratnya."

Begitulah para salaf ash sholih, mereka selalu mengisi umurnya dengan tekun, baik dengan perkara dien ataupun dunia, tanpa letih dan jemu. Waktu yang terkait dengan tujuan penciptaan manusia, yaitu beribadah kepada Allah SWT.

"Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku." (Adz. Dzariyat :56).

Ibadah kepada Allah tidak akan terwujud kecuali dengan penjagaan terhadap waktu. Jika seorang hamba memahami makna ibadah dan tujuan penciptaan makhluk, maka sudah pasti ia akan memahami pentingnya waktu. Dan jika waktu adalah barang yang berharga bagi orang yang berakal, itu tak lain karena waktu adalah umur manusia, sebuah kehidupan yang dimulai ketika saat kelahiran dan berakhir hingga detik-detik menjelang ajal.

#Surat buat Anakku#



Anakku yang kusayangi.... Pada suatu saat di kala kamu menyadari bahwa aku telah menjadi sangat tua, cobalah berlaku sabar dan cobalah mengerti aku.

Anakku yang kusayangi….

Pada suatu saat di kala kamu menyadari bahwa aku telah menjadi sangat tua,
cobalah berlaku sabar dan cobalah mengerti aku.

Jika banyak makanan yang tercecer di kala aku makan…,
jika aku mendapat kesulitan mengenakan pakaianku sendiri…, sabarlah !Kenanglah saat-saat di mana aku meluangkan waktuku untuk mengajarimu tentang segala hal yang kau perlu tahu, ketika kau masih kecil.

Jika aku mengulang mengatakan hal yang sama berpuluh kali,
jangan menghentikanku ! Bersabarlah mendengarkan aku!
Ketika kau kecil, kau selalu memintaku membacakanmu cerita yang sama berulang-ulang, dari malam yang satu ke malam yang lain hingga kau tertidur,
dan aku lakukan itu untukmu!

Jika aku enggan mandi atau membutuhkanmu untuk memandikanku, jangan memarahiku, dan jangan katakan kepadaku bahwa itu memalukan!
Ingatlah berapa banyak pengertian yang kuberikan padamu menyuruhmu mandi di kala kecilmu.

Jika aku kebingungan menghadapi hal-hal baru dan teknologi modern,
janganlah menertawaiku! Beri aku waktu lebih banyak untuk mengerti!
Renungkanlah bagaimana aku dengan sabarnya menjawab setiap “mengapa” yang engkau ajukan di saat kecilmu.

Jika terkadang aku menjadi pelupa dan aku tidak dapat mengerti dan mengikuti pembicaraan, beri aku waktu untuk mengingat dan jika aku gagal melakukannya, jangan sombong dan memarahiku, karena yang penting bagiku adalah… aku dapat bersamamu dan dapat berbicara padamu.

Jika aku tak mau makan, jangan paksa aku!
Aku tahu bilamana aku lapar dan kapan aku tidak lapar.
Bersabarlah terhadapku….

Ketika kakiku tak lagi mampu menyangga tubuhku, untuk bergerak seperti sebelumnya…,
bantulah aku dengan cara yang sama ketika aku merengkuhmu dalam tanganku,
mengajarimu melakukan langkah-langkah pertamamu.

Pada suatu saat nanti, ketika aku katakan padamu bahwa aku tak lagi ingin hidup…,
ketika aku ingin mati…, jangan marah…!

Karena pada saatnya nanti kau juga akan mengerti.
Cobalah untuk mengerti bahwa pada usia tertentu,
kita tidak benar-benar “hidup” lagi, kita hanya “tidak mati”.

Suatu hari kelak kau akan mengerti bahwa di samping semua kesalahan yang aku buat, aku selalu ingin apa yang terbaik bagimu dan bahwa aku siapkan dasar bagi perkembangan dan kehidupanmu kelak.

Aku mengajarimu banyak hal…,
cara makan yang baik…,
cara berpakaian yang baik…,
berperilaku yang baik…,
bagaimana menghadapi problem dalam kehidupan….

Kau tak usah merasa sedih, tidak beruntung atau gagal di hadapanku melihat kondisiku dan usiaku yang sudah bertambah tua.

Kau harus ada di dekatku, mencoba mengerti aku bahwa hidupku adalah bagimu, bagi kesuksesanmu, seperti apa yang aku lakukan pada saat kau lahir.

Bantulah aku untuk berjalan, bantulah aku pada akhir hidupku dengan cinta dan kesabaran. Satu hal yang membuatku harus berterima kasih padamu adalah senyum dan cintamu padaku.

Aku mencintaimu, Anakku …..

Ayahmu, ibumu

#Untuk Kekasih#


Bismillahi ar-Rahman ar-Rahim

Assalamu'alikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Dear Rasulullah…


Entah bagaimana kabarmu kini Rasul, tapi kenapa yah, aku merasa bahwa kau tengah terlelap tidur tanpa mimpi-mimpi yang menjemukan dan mengganggu. Tak tega aku membangunkan dan mengganggu tidurmu rasul. Rasa-rasanya dengan melihatmu terlelap saja hilang sudah keluh yang hendak kusampaikan.

Mungkin engkau lelah menanggung beban selama 63 tahun. Dicaci, dihujat, dihina, dan disiksa oleh kaummu sendiri. bahkan oleh orang terdekatmu. Rasul, kiranya aku berada di sisimu pada saat itu, kuberikan tubuhku dan kehormatanku untuk menggantikanmu, dan melepaskan deritamu. Meski hanya sedikit, ya meski hanya sedikit. Tapi… akankah aku berada dipihakmu jika Allah menghendaki aku terlahir bersamaan dengan kerasulanmu? Jangan-jangan, malah akulah Abu Jahal, atau Abu Lahab saat itu? Ah, entahlah.

Perjalananmu bersama sahabatmu Abu Bakar sungguh memberikan inspirasi bagi ku. Adakah teman seperti beliau ya rasul? Konon sampai-sampai beliau rela pahanya dipatuk ular dan tak bergeming demi kecintaannya padamu, ketika engkau tengah merebahkan kepala mu dipangkuannya.

Kasihmu pada sahabat-sahabatmu tiada sesiapapun yang dapat menyamainya. Kiranya hanya cinta Tuhanmu dan cintamu sajalah yang mereka peroleh sungguh lebih dari cukup bagi mereka. Begitu ikhlas engkau mencintai mereka dan mereka mencintaimu. Hingga perisai tubuh pun rela mereka persembahkan demi menjagamu. Panah yang menghujam tubuh serasa panah cinta yang memberi kesenangan. Tombak yang menembus jantung, bagaikan sapaan bidadari yang memberi ketenangan. Sabetan pedang pun tak ubahnya seperti lambaian tangan surga yang menyapa. Janji darimu dan dari Allah tiada sedikit pun salah duhai Rasul.

Saat ini terngiang-ngiang sebuah ucapan yang begitu indah, seolah-olah aku dibawa ke dalam majelis mu rasul. Sami’na wa atho’na…. Kami dengar dan kami taat… Ucapanmu adalah titah bagi kami. Ucapanmu adalah petunjuk dari Tuhan kami. Ucapanmu adalah pembawa cahaya dalam gelap jalan kami. Mungkin itu yang dirasakan oleh para sahabat ketika mendengar ucapan dan titah darimu.

Rasulullah… utusan Allah, kekasih Allah, dambaan bagi siapapun di dunia ini yang memiliki keimanan dan kecintaan untuk berjumpa denganmu. Rasul, sedikit ada yang mengganjal di hati kecil ini ya rasul. Perkenankan aku mengungkapkan apa yang selama ini ingin kusampaikan, yah meski dengan beberapa carik kertas.

Sudah lebih dari seratus tahun semenjak engkau mangkat dari bias dunia ini. Selama itu pula banyak dari kami yang sebelumnya mengakuimu sebagai umatmu dan hamba Allah, Tuhanmu Tuhanku dan Tuhan kami, kini tengah kehilangan arah. Aku tak tahu apakah aku termasuk di dalamnya. Atas nama mu saudara-saudaraku mempraktekkan bentuk ubudiyyah yang bahkan dengan keterbatasan ilmu ku tidak pernah aku mendengar engkau memerintahkannya. Aku tidak tega untuk menyebutkan siapa dan apa yang mereka kerjakan. Semoga laknat mu tidak jatuh atas kami.

Bulu romanku berdiri ketika suatu ketika aku mendengar ada yang berkata bahwa di yaumil akhir nanti ketika kami, juga engkau dibangkitkan kembali oleh Sang Penguasa, dan dikala itu engkau berniat memberikan syafa’at kepada kami selaku umatmu, Allah menahan syafa’at mu itu. Bukan karena enggkau bersalah duhai bagindaku, bukan pula karena kelalaian permohonanmu, tetapi karena Allah memperingatkanmu dan memberitahukan kepadamu bahwa ada di antara kami yang beribadah tanpa ada contoh darimu. Dan ku lihat mukamu merah padam, urat lehermu menegang, bibirmu bergetar menahan marah, dan mungkin malu kepada Allah.

Dan engkau pun kekasihku, berpaling dari orang-orang itu. Tuhan… pencipta langit dan bumi, jangan biarkan dakwaan-Mu jatuh kepada hamba dan keluarga hamba…

Tak dapat ku banyangkan betapa engkau yang begitu penyabar dapat sedemikian marahnya. Satu yang dapat aku rasakan, mungkin kami telah keterlaluan terhadap risalah dan amanat yang kau titipkan kepada kami. Duh, malang nian nasib kami. Jangan marah ya Rasulullah, jangan berpaling dari ku kekasih Allah.

Rasul, kenapa yah baginda tak hidup hingga dapat mendampingiku menuju jalan Tuhanku. Apa karena kau tidak mencintaiku? Ataukah karena karena sebegitu percayanya engkau terhadap janji Allah bahwa akan ada di tiap umatmu yang akan membela dan mempertahankan kemurnian ajaranmu, ajaran kemuliaan, ajaran kedamaian, ajaran kesempurnaan, dan ajaran kebenaran??

Oh ya rasul, aku ingin mengutarakan suatu pernyataan kepadamu, bahwa aku begitu… mencintaimu. Kiranya Tuhanku bersedia menyelaraskan perkataan dan perbuatanku, duh, aku amat bersyukur sekali. Bukan apa-apa rasul, karena seperti Allah katakan melalui lidahmu bahwa Dia (Allah) tidak suka kepada orang yang hanya berkata-kata. Dengan kata lain, antara yang dikatakan dan yang dilakukan bertentangan. Aku tak dapat membayangkan bagimana jadinya orang yang mendapat benci dari Allah. Aduh… aku takut sekali. Tuhan tolong aku!!! Tunjukkanlah aku jalan menuju cinta-Mu, kasih rasul-Mu, meski jalan itu adalah jalan yang tidak menyenangkan, dan mengekang!!

Jika hanya dengan jalan itu aku dapat bertemu denganmu, juga tentu saja dengan Allah, kekasih nomor satu (wah rasul, kita sama-sama punya kekasih satu yang sama yah, kira-kira siapa yah yang paling mencintai Dia? Ah takut aku bila dibandingkan denganmu), maka jalan itulah yang kemudian akan aku tempuh, walau itu adalah hal terakhir yang harus kulakukan, maka akan kulakukan, dan kulalui jalan itu. Tiada daya dan kekuatan kecuali daya dan kekuatan milik-Mu semata, bukan begitu rasul?

Ternyata kata-kataku ini tidak dapat mewakili isi hatiku dan mengemas berjuta asa di benakku. Untuk itu rasul, kutitipkan salam melalui Allah berupa shalawat untukmu. Semoga shalawat itu pula yang dapat menerangi hatiku, yang dapat menumbuhkan kecintaanku kepadamu, yang dapat mengokohkan keyakinanku kepada Tuhanmu, Tuhanku; Allah Subhanahu wa ta’ala.

Terakhir rasul, maaf sekali jika aku sudah menyita waktu dan mengganggu istirahatmu. Mohon maaf yang sebesar-besarnya karena menambah pikiranmu tentang urusan yang seharusnya tak lagi dibebani kepadamu. Selamat istirahat rasulku, . Kuharap dapat bertemu denganmu walau hanya sekedar dalam mimpi.



Salam cinta dan hormat untukmu Wahai kekasih ALLAH

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh